← Back to blog
#ai#fitness#produk#build-in-public

Pelatihku: personal trainer AI yang aku bangun karena butuh sendiri

Rajin ke gym tapi programnya asal-asalan, makanan tidak tercatat, dan progres susah dipantau. Jadi aku bangun sendiri jalan keluarnya — dan sekarang gratis dipakai siapa saja.

Riki Zulkarnain
Riki Zulkarnain2026-10-01
9 views
3 min read♥1 likes

Aku rajin ke gym. Yang tidak pernah rapi justru hal-hal di sekelilingnya.

Programnya asal-asalan — hari ini dada, besok apa saja yang alatnya sedang kosong. Makanan tidak pernah tercatat, jadi aku cuma menebak sudah makan cukup protein atau belum. Dan progresnya susah dipantau: aku merasa sudah latihan banyak, tapi tidak bisa menjawab pertanyaan paling sederhana — sebenarnya aku maju, atau jalan di tempat?

Tiga masalah itu yang akhirnya aku bangun sendiri jalan keluarnya. Namanya Pelatihku, dan sekarang bisa dipakai gratis di pelatihku.fit.

#Masalahnya bukan di niat

Niat ke gym itu bagian yang paling mudah. Yang susah adalah menjawab pertanyaan-pertanyaan kecil yang muncul tiap hari: hari ini latihan apa, bebannya berapa, tadi sudah makan cukup belum.

Aplikasi yang sudah ada biasanya menyelesaikan satu sisi saja. Ada yang rapi untuk mencatat makanan tapi tidak tahu apa-apa soal latihanmu. Ada yang bagus untuk latihan tapi menyuruhmu menimbang makanan sendiri lalu mengetiknya gram per gram.

Padahal latihan dan makan itu satu pertanyaan, bukan dua.

#Catat makan cukup lewat chat

Yang paling sering bikin orang berhenti mencatat makanan adalah ribetnya. Cari nama makanannya di daftar, pilih porsinya, ulangi untuk tiap bahan. Tiga hari juga menyerah.

Di Pelatihku kamu cukup mengetik apa adanya: "tadi makan nasi + 2 telur". Kalori dan makronya langsung tercatat. Kalau tanganmu sedang penuh, bisa lewat suara.

Targetnya sendiri tidak kamu tebak. Kebutuhan kalori dan makro harian dihitung dari profil dan tujuanmu, lalu ditampilkan berdampingan dengan asupan hari itu. Jadi yang kamu lihat bukan angka mentah, tapi masih kurang berapa.

#Program latihan yang menyebut angka

"Latihan dada hari ini" bukan program. Program itu menyebut gerakannya apa, berapa set, berapa repetisi, dan bebannya berapa.

Pelatihku menyusun itu untukmu: urutan gerakan per sesi, lengkap dengan target beban dan repetisi tiap set. Kalau sesinya tidak cocok — alatnya dipakai orang, badan belum fit, waktunya mepet — programnya bisa di-generate ulang kapan saja.

AI Coach-nya tahu profil dan programmu, jadi pertanyaan seperti "hari ini kita latihan apa?" dijawab dengan konteks, bukan jawaban umum yang bisa kamu cari sendiri di mana saja. Ada juga status pemulihan otot, supaya kamu tahu bagian mana yang sudah siap dipakai lagi hari ini.

#Tahu gerakannya, bukan cuma tahu namanya

Program yang bagus jadi berbahaya kalau gerakannya dikerjakan asal. Ini bagian yang dulu paling aku remehkan, dan yang paling mahal ongkosnya.

Jadi tiap gerakan punya halamannya sendiri di pustaka: video tutorialnya, plus tips menghindari cedera. Buat yang baru mulai, bagian ini yang paling sering menyelamatkan.

#Dashboard yang menjawab "aku maju, nggak?"

Ini yang dulu sama sekali tidak aku punya.

Dashboard progres menyimpan streak latihan, total beban yang sudah kamu angkat, perkembangan berat badan, dan pencapaian target kalori serta protein dari waktu ke waktu. Pertanyaan "aku maju atau tidak" akhirnya punya jawaban yang bisa dilihat, bukan perasaan yang berubah-ubah tiap minggu.

#Untuk siapa

Dibuat supaya cocok dari yang baru mau mulai sampai yang sudah rutin latihan. Yang baru mulai dapat program dan tutorial supaya tidak bingung harus apa. Yang sudah rutin dapat pencatatan dan dashboard supaya latihannya terarah, bukan sekadar rajin.

Bisa dibuka dari HP, tablet, atau laptop. Tidak perlu memasang apa pun.

#Penutup

Pelatihku berangkat dari masalah yang aku alami sendiri, jadi daftar fiturnya masih akan berubah mengikuti apa yang ternyata benar-benar dipakai orang.

Semuanya bisa dicoba gratis di pelatihku.fit. Kalau kamu sempat memakainya, aku ingin tahu satu hal: fitur apa yang paling kamu butuhkan dari sebuah personal trainer digital, dan apa yang masih kurang di sini?